Baca dan Bacalah Lagi
Dulu, saya tidak suka membaca buku. Terus terang, sebuah buku adalah siksaan mata bagi saya. Setelah seharian sekolah, saya tidak mau bersentuhan lagi dengan buku ketika di rumah. Rasanya sangat penat. Yang saya inginkan adalah bermain atau ngobrol bareng rekan. Karena dari awal saya tidak suka membaca buku, akhirnya berdampak pada nilai saya di sekolah. Meski saya sering nongol di ranking lima besar, namun saya tidak bisa menyentuh ranking satu. Salah satu sebabnya adalah saya kurang suka membaca.
Ada sejumlah resep yang diberikan oleh kedua orang tua saya supaya saya gemar membaca. Salah satunya adalah jam khusus membaca dan belajar. Setiap malam, sekitar jam 20, adalah jam wajib bagi saya untuk membaca dan belajar. Mau tidak mau, saya terpaksa membaca. Meski akhirnya yang saya baca bukan buku pelajaran, namun akhirnya kebiasaan ini ada dampaknya. (lagi…)
The Power of Doa
Guru saya menyebutkan bahwa selain dituliskan dan diusahakan, seharusnya impian atau apapun keinginan kita hendaknya didoakan. Dan doa tersebut hendaknya sedetail apa yang kita tuliskan. Ini karena Tuhan Maha Tahu, dan Maha Mengabulkan. Apapun doa kita sebenarnya Dia Maha Mendengar, tinggal kita, serius atau tidak untuk mewujudkan apapun yang kita inginkan.
Selama satu tahun terakhir ini ada sejumlah doa yang saya panjatkan pada Tuhan. Saya yakin Tuhan akan mengabulkan, dari manapun pengabulan tersebut. Salah satu doa yang saya panjatkan adalah, “Ya Allah, hamba ingin sebelum usia hamba 35 tahun, hamba dan keluarga bisa memberangkatkan kedua orang tua hamba ke tanah suci. Kabulkan ya Rabb..kabulkan. Sesungguhnya satu permohonan hamba ini sangat mudah bagi-Mu, karena Engkau mampu mengatur seluruh alam semesta.” (lagi…)
Terapi Senyuman
Ketika Isam Naoki, putra saya jatuh sakit, wajahnya berubah pucat. Buah hati saya yang suka tersenyum dan tertawa ini, wajahnya berubah muram. Tak tampak ada senyuman. Sesekali suara rintihannya terdengar seraya menahan sakit dan panas tubuhnya yang meninggi. Disini saya benar-benar memahami arti hilangnya sebuah senyuman.
Ketika Isam Naoki tersenyum, rasa lelah saya ketika pulang mengisi training pupus sudah. Terganti oleh semangat baru dan keinginan untuk bermain dengannya. Ya, senyuman bisa membangkitkan semangat. Jika istri saya tersenyum, rasa cinta saya padanya makin bertambah. Tak tahu kenapa, walaupun sebuah senyuman adalah hal yang mudah dilakukan. (lagi…)
Sepele + Serius = Sukses
Saya termasuk penggemar musik instrumental. Selain menenangkan hati, menurut saya musik instrumental itu istimewa. Karena tanpa lantunan vokal, musik tersebut sudah lengkap untuk dinikmati.
Salah satu grup musik instrumental favorit saya adalah Depapepe. Grup yang beranggotakan dua orang, yaitu Miura Takuya dan Tokuoka Yoshinari ini berhasil memikat hati saya. Permainan gitar keduanya sangat apik, rancak dan penuh semangat. Cocok untuk segala usia. (lagi…)
Benih-benih Kegagalan
Jika seorang petani hendak menanam biji, seperti kacang hijau, jagung dan sebagainya, ada sejumlah hal sederhana yang dilakukan. Biji-biji tersebut dimasukkan ke dalam ember berisi air, kemudian dibiarkan sekitar 5 menit. Maka akan ada dua macam biji yang terlihat. Yang pertama, biji yang terapung di permukaan air. Biji ini akan disingkirkan, karena kemampuannya menyerap air tidak baik. Sedangkan yang kedua adalah biji yang tenggelam hingga ke dasar ember. Biji inilah yang bisa tumbuh, karena punya kemampan penyerapan air yang baik.
Proses penyerapan air oleh biji hingga air tersebut mampu masuk ke sela-sela dinding sel dan memicu hormon pertumbuhan dinamakan imbibisi. Tanpa kemampuan imbibisi ini, sebuah biji mustahil untuk bisa menjadi tanaman baru. (lagi…)
Indahnya Pikiran yang Terbuka
Mirabilis jalapa nama latinnya. Orang Indonesia menyebutnya sebagai bunga pukul empat. Mengapa demikian? Karena bunga ini hanya membuka mahkotanya di setiap jam empat sore. Ketika mentari mulai terbenam. Tidak ada satupun yang tahu mengapa bunga ini hanya mau membuka mahkota di setiap sore, dan kembali menutup saat fajar mulai menyingsing. Namun sebagian ahli menyebut bahwa ini akibat aktivitas hormonal tanaman Mirabilis jalapa yang berbeda dengan tanaman pada umumnya.
Aktivitas bunga pukul empat ini cukup menarik untuk diamati. Dirinya berbeda dengan bunga-bunga yang lain. Di saat sebagian besar bunga lain menutupkan mahkotanya, dia malah membuka mahkota dan memperlihatkan keindahannya. Bunga pukul empat juga memiliki nama lain yaitu bunga ashar. Mengapa demikian? Karena sejumlah daerah menggunakan terbukanya mahkota bunga ini sebagai waktu pertanda sholat ashar. Waktu untuk beribadah dan tunduk pada Sang Kuasa. (lagi…)
Tidak Selamanya Kritik Harus Diterima
Sewaktu acara “Who Wants to be a Public Speaker” angkatan ke-2, setiap peserta berhak tampil di depan untuk menyampaikan inspirasinya. Salah satunya adalah Mas Cahaya, kisah yang disampaikannya sangat inspiratif dan membuat saya masih mengingatnya sampai saat ini.
Mas Cahaya bercerita, dahulu kala, seorang Ayah dan putranya yang ingin pergi dari kota A ke kota B dengan menaiki seekor keledai. Sebelum sampai ke kota B, mereka harus melewati beberapa kota persinggahan. Awalnya sang Ayah yang menuntun, sedangkan sang Anak naik di atas keledai. Sesampainya di kota persinggahan yang pertama, mereka berpapasan dengan sejumlah penduduk kota yang mengatakan, “Wah, kurang ajar nih Anak, Ayahnya disuruh menuntun, sedangkan dia enak-enakan di atas keledai.” Mendengar ucapan tersebut, sang Ayah kemudian meminta anaknya turun dan menuntun, sedangkan dirinya naik di atas. (lagi…)
Salah Kaprahnya Sebuah Perayaan
Sampai sekarang saya tidak tahu pasti awal mula Valentine’s Day atau hari kasih sayang. Meski penuh kontroversi, namun tidak ada yang tahu pasti sejarahnya. Pada awalnya saya merasa hari kasih sayang adalah perayaan yang indah. Bayangkan saja, seluruh dunia merayakan kasih sayang bersama-sama. Wow…sungguh membahagiakan. Kita bisa memberi hadiah untuk Ayah dan Ibu, Kakak dan Adik, maupun pasangan hidup. Apa kata dunia jika hidup tanpa cinta. Hehe. (lagi…)
Tips Menghindari Kebosanan
Pernahkah Anda merasa bosan melakukan rutinitas harian? Ya, tentu kita semua pernah mengalaminya. Dalam istilah Biologi, kebosanan bisa terjadi karena beberapa hal. Salah satunya adalah kelelahan sel saraf akibat melakukan hal yang sama berulang-ulang. Impuls saraf terkirim melalui sel saraf yang sama secara terus menerus. Hal ini akan membuat sel saraf terbebani secara berlebihan pada satu titik tertentu.
Berbicara tentang sebuah masalah tidak akan berarti jika kita tidak mencari solusi. Dalam hal ini, kita berbicara tentang rasa bosan. Lalu apa jalan keluar dari kebosanan? Bagi saya ada sejumlah hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi rasa bosan. Diantaranya: (lagi…)








