Di Balik Buku: Moto Hidup atau Motivasi Hidup


oleh: Hendra Sugiantoro

Apakah kita memiliki moto hidup?

Di antara kita mungkin tak asing lagi dengan istilah moto hidup. Kita kerapkali menuliskan moto hidup kita. Sebut saja saat mengisi curiculum vitae, moto hidup adakalanya tertera dan perlu diisi. Mungkin saja kita menuliskan sebuah kalimat di dinding kamar kita yang tanpa disadari merupakan moto hidup. Malah tak menutup kemungkinan jika kita justru kebingungan ditanya tentang moto hidup kita.

Terkait moto hidup ini, ada uraian menarik yang dapat dibaca dalam buku Menjadi Pemenang Kehidupan(2010) karya dari suami-istri Dhony Firmansyah dan Istikumayati.

Dhony Firmansyah menceritakan, “….Kartu nama yang dimiliki istri saya cukup unik. Ukurannya lebih kecil dari kartu nama pada umumnya, namun lebarnya sedikit lebih panjang. Di balik name card istri saya tertulis huruf kanji Jepang. Saya sendiri tidak mengetahui bagaimana cara membacanya. Untungnya tertulis terjemahannya dalam bahasa Indonesia di bagian bawahnya.

Tercetak dalam kartu nama istri saya: “Kegagalan adalah awal dari kesuksesan”. Ya, selama ini, istri saya menyebut susunan kata tersebut adalah moto hidupnya.”(halaman 14).

Pada suatu kesempatan, seorang dari Jepang yang menjadi manajer di perusahaan tempat istri Dhony Firmanyah bekerja meminta kartu nama untuk tetap menjaga relasi. Saat itu Istikumayati, istri Dhony Firmanyah, berniat resign dari tempat bekerjanya di perusahaan Jepang di Gresik, Jawa Timur. Kartu nama pun diserahkan.

Membaca sebuah kalimat pada kartu nama (baca: kegagalan adalah awal dari kesuksesan), manajer dari Jepang itu bertanya maksudnya dan seketika itu pulalah terjadi koreksi. Kalimat itu bukan moto hidup, tapi motivasi hidup, kata manajer dari Jepang itu.

Berikut pemaparan Dhony Firmansyah yang mencoba menceritakan kembali peristiwa percakapan istrinya dengan manajernya dari Jepang:

“Merasa tak paham, istri saya kemudian bertanya balik, “Apa? Motivasi hidup? Maksud Bapak apa, saya tak mengerti?”

“Iya, ini bukan moto hidup. Ini motivasi hidup. Kegagalan adalah awal dari kesuksesan. Ini adalah kalimat bagi seseorang yang pernah mengalami kegagalan. Bukan kalimat dari orang yang tidak pernah gagal. Kalimat ini memiliki tujuan membangkitkan semangat dari keterpurukan.”

Istri saya tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya sehingga kemudian bertanya, “Lalu, kalimat yang merupakan moto hidup itu seperti apa?”

Ya bukan seperti yang tertulis di kartu nama Anda, karena itu adalah sebuah motivasi. Moto hidup Anda jangan menggunakan kata-kata negatif. Bila kita sukses tanpa kegagalan, mengapa tidak?”(halaman 15).

Pengalaman yang dialami Istikumayati di atas boleh jadi juga ditujukan untuk kita. Apa yang selama ini kita asumsikan sebagai moto hidup sebenarnya bukan moto hidup.

Dhony Firmansyah mencoba menerangkan, “…Perkataan orang Jepang tadi benar. Kadangkala, kita tidak bisa membedakan mana moto hidup dan mana motivasi hidup. Moto hidup atau slogan kehidupan adalah sebuah pegangan yang selama ini menjadi prinsip hidup. Prinsip tersebut harus tetap bisa kita jadikan dasar, baik dalam kondisi senang maupun susah, meski gagal ataupun berhasil. Sedangkan motivasi hidup adalah sebuah kalimat yang mampu membangkitkan kembali semangat seseorang yang telah mengalami keterpurukan maupun stagnansi. Motivasi hidup dan moto hidup adalah dua hal yang hampir sama, namun berbeda.”(halaman 15).

Lalu, apa kriteria sebuah moto hidup? Menurut Dhony Firmansyah, kalimat penyusun moto hidup harus memiliki syarat: (1). Kalimat pembentuk moto hidup harus bersifat menggiatkan, (2). Kalimat pembentuk moto hidup harus menghindari kata-kata negatif, dan (3). Kalimat penyusun moto hidup tidak mengenal batas kadaluwarsa.

Benar kata Dhony Firmansyah, “Hanya saja perlu diingat, sebuah moto hidup hanya berupa susunan kata-kata. Moto hidup tidaklah bermakna, apabila Anda tidak berusaha mewujudkannya. Menjadikan moto hidup sebagai prinsip dan pegangan dalam menjalani aktivitas harus mutlak dilakukan sehingga hidup Anda lebih berwarna dan berarti.”

Kalau Dhony Firmansyah sendiri, moto hidupnya adalah “WAKTU TERBAIK ADALAH SAAT INI JUGA” dan “MENJADI PEMENANG KEHIDUPAN”.

Kalau aku, kamu, apa moto hidupnya? Wallahu a’lam.

Nb: Terima Kasih Mas Hendra Sugiantoro sudah menuliskan kembali sejumlah isi buku Menjadi Pemenang Kehidupan. Moga menjadi energi positif bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s